Minggu, 17 Juli 2011

YOUTH WILL BE YOUTH #edisi backstreet

Backstreet ya hmm...
sejujurnya, deep inside of me ... ga banget buat di jadikan pilihan.
Tapi... "youth will be youth" (namanya anak muda) kadang punya caranya sendiri dalam menghadapi masalah.

Pacaran backstreet artinya menjalin hubungan dengan seseorang tanpa sepengetahuan orang lain.
Kebanyakan, aturan / larangan memang berasal dari orang tua pihak perempuan. mereka khawatir kalau putrinya di izinkan berpacaran takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Atau si orang tua gak suka "profil" pacar anaknya, misal beda status, etnis, agama, atau mungkin beda warna darah. Mungkin si orang tua berdarah biru (golongan mutan) (golongan tajir).

Kembali lagi ke "youth will be youth"
ya namanya anak muda, ga bisa di larang gitu aja kan hehe ga mau nerima alasan yg seperti itu.. terlebih lagi jaman sekarang tuh anak-anaknya spontanitasnya tinggi" loh. Gue pernah nonton berita ada yg naik ke tiang gardu listrik gara-gara pengen kawin ama si anu tapi ga di restuin dan cuma mau turun kalo di bolehin nikah. (yg ini idiot.. ngapain ke tiang listrik ? kesetrum mati... bisa jadi arwah penasaran kawin ga ke sampean)

Ketika dunia serasa milik berdua yg lain numpang, mereka ga akan mau perduli sama orang di sekelilingnya.
Pokoknya bagaimanapun caranya cinta mereka harus bersatu. mereka akan selalu berusaha keras untuk itu. Akhirnya keputusan untuk memilih pacaran backstreet pun dijalani mereka yang tidak mendapatkan restu  dari lingkungannya.

Tetep ada dampaknya, yg kaya gini-gini ini nih.. sok atuh dibaca ampe bawah :)

RENTAN KONFLIK

Konflik antar orang tua pasti bakalan sering terjadi ya hehe, pasti itu !
ga usah di ceritain pasti paham semua kan...
Konflik dengan pasangan masing-masing pasti ada dan continuitas, bisa terjadi gara-gara susah ketemu, komunikasi kurang dll kalo gak pinter2 saling "mengerti" pasti beranten terus.

MENGAKUI

Ini langkah awal sob dalam membina sebuah hubungan :)
Akui perasaan yg ada. Resiko pasti ada, tapi orang tua atau lingkungan sekitarmu berhak tahu yg sebenarnya.
Apalagi orang tua ya ga, mereka berhak mendapatkana kejujuran sang anak.

"when you love someone just be brave to say that you want him to be wtih you"...
 "when you hold your love, dont ever let it go or you will loose your chance to make your dreams comes true"


KOMUNIKASI

Apalagi kita hidup di negara Demokrasi broh ya ga. Ini penting banget terlebih untuk meyakinkan orang tua hubungan kalian. Orang tuanya juga harus realistis mengenai alasannya kenapa menolak, kenapa ini itu, dll ...
Setiap anak muda itu punya bakat nge "loby" yg terpendam loh bro serius. haha bisa kalee.. kita harus optimis pantang pesimis jangan lupa siram jeruk nipis takut bau amis...

BERFIKIR REALISTIS

Ini gue nulisnya sambil berkaca sama diri gue sendiri hehe. gue juga lagi menghadapi masalah yg sama, lagi 'pertempuran hati' deh... semua langkah di atas udah gue lakukan tapi belum membuahkan hasil. mungkin usaha gue yg kurang maksimal aja kali ya... gue sendiri juga ga tau bakalan kaya apa endingnya, kalau emang hubungan ini bisa di lanjutkan ... that's all we need :). Kalau harus putus, hmm ... Gue sama ale yg harus realistis. Tentunya kita berdua harus menghargai apapun yg akan terjadi. Ini mungkin bentuk kecintaan mereka sebagai orang tua kepada anaknya, bukan otoritasnya sebagai orang tua.


BERFIKIR JAUH KE DEPAN

Jadi kalau sekarang harus putus, bukan gak mungkin kita ketemu lagi di kemudian hari.
Anggap ini sebuah kesempatan untuk mempersiapkan diri kita sebaik-sebaiknya untuk bertemu lagi di kehidupan yg mendatang. Jika 'status sosial' yg menjadi masalah buktiin elu juga bisa meraihnya. ngerti ora son?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar